My Best Friends
Aku punya sahabat namanya Woro dan Mita. Sekarang Mita S2 di Aussie and Woro kerja di Bank Mandiri Jakarta. Mita temenku dari SD, tapi mulai dekat and menjadi sahabat pas kuliah. Awalnya Mita, Woro, Mira ke Bali. Mereka nginep ditempatku. Sejak di Bali, itulah kami bertiga (minus Mira), menjadi akrab. Banyak masalah yang terjadi diantara kami bertiga karena kami kurang dewasa dan bertindak tanpa berpikir panjang. Seiring berjalannya waktu, persahabatan kami juga semakin diuji dengan berbagai masalah yang hampir menghancurkan persahabatan kami. Alhamdulillah, Allah Swt masih memberi kami kekuatan dan kesabaran untuk menghadapi semua ujian yang diberikan oleh-Nya. Sifatku dan Woro saling bertentangan. Kami sering sekali bertengkar dan terlibat salah paham. Beda dengan Mita yang pengalah dan sabar, meski kurang tegas and tough. Aku dan Mita maupun Woro dan Mita jarang bertengkar. Sifatku yang temperamen dan tidak sabaran memang berbeda dengan Woro yang penuh kelembutan, kurang tanggap dan keras kepala (Sorry, lho). Apalagi aku orangnya sedikit jealous. Misalnya saja Woro curhat ke Mita, tapi aku nggak dicurhatin. Wuih..bikin bete. Puncak kekesalanku pas aku ultah tahun ini. Nggak ada satupun SMS/ telp Woro ngucapin ultah. Pas aku tanya, alasannya lupa. Ya udahlah..mau bilang apalagi. Woro memang kurang perhatian sama hal-hal kecil tapi penting. Memang begitu sifatnya. Tapi, aku juga nggak bisa nyalahin. Woro sibuk kerja and pressure di tempat kerjanya memang gila-gilaan. Beda dengan aku yang masih bisa senang-senang dikala kerja. Akhirnya…jawaban yang aku cari-cari selama ini terjawab sudah ketika kami bertemu setelah sekian lama tidak berjumpa. Kami pas ketemu di stasiun saling berpelukan dan menangis karena kami saling merindukan dan kesalahpahaman serta kecurigaan di hatiku hilang lenyap tanpa bekas. Yang ada kami memang saling menyayangi dengan cara kami masing-masing. Aku bilang ke Woro kalau sobatnya bukan cuma Mita. Aku yang di Jogya akan selalu siap kapan saja Woro pengen curhat atau ada masalah karena aku sayang banget sama Woro. Kami bertiga menjadi dewasa bersama-sama dan telah menghadapi masalah yang terjadi didalam kehidupan kami dengan saling mensupport. Persahabatan kami nggak akan mudah hancur karena kami saling percaya dan saling mencintai. Masalah yang akan menghadang kami di masa yang akan datang akan kami hadapi dengan kesabaran dan kedewasaan. Kami percaya Allah Swt akan selalu menjaga persahabatan kami. Kami bertiga berjanji kelak kalau kami sudah menikah dan punya anak, anak-anak kami ikut merasakan keindahan persahabatan kami dan anak-anak kami juga saling bersahabat.


1 Comments:
At October 27, 2004 at 11:33 PM,
Anonymous said…
ikutan survei blogger di http://octave.or.id yeaa....
Post a Comment
<< Home